Jumat, 11 April 2014

Apa salahku?

Apa salahku?
Sobat! Kadang kala bahkan sering kali, mencari kesalahan orang lain begitu mudah. Namun untuk kesalahan sendiri, betapa susahnya. Alih alih membenahinya, sekedar merasa alias mengakui saja tidak.
Betapa sering anda dan tentu saja saya juga berkata: apa salahku?
Tepat sekali pepatah yang mengatakan: semut disebrang lautan nampak, namun gajah di pelupuk sendiri tidak nampak.
Ya Allah ampunilah dosa kami&sucikan jiwa kami agar jeli melihat dosa sendiri dan rabun melihat dosa orang lain.

via status : Dr Muhammad Arifin Badri

Kamis, 10 April 2014

Jangan Sampai Ikutan Dungu

# Jangan Sampai Ikutan Dungu #
Diantara perkataan yang cukup tajam (baca : nyelekit -pent) menurutku ialah, “Jangan mendebat orang dungu, nanti orang-orang sulit membedakan, mana yang dungu, mana yang waras?!”.
@Dr_Alsadhan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. http://twitulama.com/post/16001577659/diantara-perkataan-yang-cukup-tajam-baca

Sabtu, 05 April 2014

Semoga Allah memudahkan kita menjalani Amanah ini

Saudaraku... Lihatlah diri Anda..
Berapa ILMU AGAMA yg Anda dapat... lalu berapakah darinya yg Anda AMALKAN ?!
Ingatlah, bahwa ILMU AGAMA adalah tanggung jawab... Bila tidak Anda amalkan, Anda akan mempertanggung jawabkannya.
Sebagaimana harta, itu adalah TITIPAN… bila Anda tdk memakainya utk kebaikan, Anda akan celaka karenanya.
----------------------------
Tentu Anda ingat sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:
والقرآنُ حُجَّةٌ لكَ أو عليكَ
Al Quran itu bisa menjadi hujjah yg BERAKIBAT BAIK bagimu, atau hujjah yg BERAKIBAT BURUK bagimu. [HR. Muslim: 223]
----------------------------
Jika Al Quran yg merupakan SUMBER ILMU AGAMA bisa berakibat buruk bg manusia… maka begitu pula ilmu-ilmu agama yg bersumber dari yang lainnya, wallohu a'lam.
Ya Allah... Bantulah dan ringankan kami dlm mengemban tanggung jawab ini.

via status: Ad Dariny

Letihnya Taat VS Lezatnya Maksiat

# Letihnya Taat VS Lezatnya Maksiat #
Bila letih terasa setelah berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih akan hilang namun (buah) kebajikan akan kekal. Dan bila terasa kelezatan dalam kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada.
@Dr_Alsadhan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. 158
http://twitulama.com/post/17195230340/bila-letih-terasa-setelah-berbuat-kebajikan

Jumat, 04 April 2014

Bukan Harta, Bukan Pula Keturunan

# Bukan Harta, Bukan Pula Keturunan #
Kebanggan itu bukan dinilai dengan kedudukan atau banyaknya harta, tapi karena amal shalih,
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَـٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang mendapat balasan yang berlipat ganda”. (QS. Saba’: 37)

@_salehalsultan (Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia) 154
http://twitulama.com/post/17927914513/kebanggan-itu-bukan-dinilai-dengan-kedudukan-atau

Kamis, 03 April 2014

Walau hanya 10 menit...

# Berapa Waktu yang Terbuang #
Orang-orang yang membuang waktunya 10 menit saja tiap harinya selama 60 tahun, sama dengan total 150 hari. Perhatikan! Berapa waktu yang telah kita buang tiap harinya?!
@dr_almuqbil Dr. Umar Al Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al Qur’an, Saudi Arabia. 153
http://twitulama.com/post/17934909179/orang-orang-yang-membuang-waktunya-10-menit-saja


Selasa, 01 April 2014

REFLEKSI

REFLEKSI
Jika setiap hari kita menuliskan satu status, maka dalam setahun akan ada 2 jilid buku yg berisi kumpulan status kita.
Semua itu tertulis rapi dalam catatan amal kita, baik ataupun buruk status-status tersebut. Karena tulisan mengambil hukum perkataan, maka tulislah yang baik-baik saja.
Seorang dosen pernah berkata: "Sebelum engkau menggoreskan pena untuk menulis, atau menggerakkan lidah untuk berucap, maka letakkan surga dan neraka dihadapan kedua matamu, setidaknya hal tersebut akan membuatmu tau apa yang pantas kau tulis dan apa yang pantas kau ucapkan"
Bila status-status kita ternyata berisi kebaikan, bertanyalah pada diri, "Dimana kita dari semua yang sudah kita tuliskan..? Sudahkah kita mengamalkannya...?"
Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib