Jumat, 19 Juni 2015
Jika friend list Anda...
Jika friend list Anda menampilkan gambar-gambar yang tidak bisa membuat kita menjaga pandangan, segeralah di-unfriend. Krn buat tambah dosa saja saat puasa.
# Puasa yang paling berat adalah menahan pandangan dan lisan.
status fb:
Muhammad Abduh TuasikalSelasa, 16 Juni 2015
nasehat Syaikh Prof. Dr Sa’ud bin Ibrahim al Syuraim
Perhatikanlah Apa yang Anda Baca
Setiap cendekiawan, penulis, penyusun buku yang Anda baca tulisannya, kan meninggalkan bekas pada pikiran Anda. Maka bacalah tulisan orang-orang yang berilmu dan agamanya baik, niscaya Anda kan selamat. Ibnu Sirin mengatakan, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikan dari mana Anda mengambil agama Anda”
@saudalshureem – Syaikh Prof. Dr. Sa’ud bin Ibrahim al Syuraim, Imam dan Khatib Masjidil Haram, Dosen dan Profesor di Universitas Ummul Qura Mekkah
(http://www.twitulama.com/category/syaikh-prof-dr-saud-bin-ibrahim-al-syuraim/)
Sabtu, 13 Juni 2015
Senin, 13 Oktober 2014
Pesan Ayah kepada Anaknya yang Baru Baligh
Pesan Ayah kepada Anaknya yang Baru Baligh
Semua orang menyadari, ketika manusia telah menginjak usia baligh, maka dia mengemban tanggung jawab syariat. Di usia yang masih sangat belia, Allah telah memberikan amanah besar bagi umat manusia.
Jika dulu kesalahan apapun yang dia lakukan sama sekali tidak dicatat dan tidak diperhitungkan. Begitu masuk usia baligh, semua harus dipertanggung jawabkan. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ الصَّغِيرِ حَتَّى يَبْلُغَ
Pena catatan amal diangkat dari 3 orang, [1] diangkat dari anak kecil hingga dia baligh. (HR. Ahmad 952, Nasai 3432, Turmudzi 1488, dan yang lainnya).
Akan tetapi beda baligh dengan dewasa. Betapa banyak remaja yang baligh, namun jauh dari karakter dewasa. Sifat kekanakan, manja, tidak merasa bersalah masih sangat menonjol dalam dirinya. Sayangnya, terkadang orang tua membiarkan anaknya bebas tanpa batas, tanpa nasehat, tanpa arahan, kurang perhatian menyadaran anaknya tentang betapa gentingnya usia baligh.
Satu kisah yang layak dijadikan contoh. Nasehat seorang ayah kepada anaknya, calon ulama dunia, Sufyan bin Uyainah. Sufyan menceritakan,
قال لي أبي – وقد بلغت خمس عشرة سنة – إنه قد انقضت عنك شرائع الصبا، فاتبع الخير تكن من أهله، فجعلت وصية أبي قبلة أميل إليها ولا أميل عنها
Ayahuku memberi nasehat kepadaku – ketika aku berusia 15 tahun –, ‘Usia anak-anak telah berakhir darimu, karena itu, ikutilah kebenaran niscaya kamu akan menjadi pemilik kebenaran.’ Akupun selalu mengingat wasiat ayahku. Selalu aku perhatikan dan tidak kulupakan. (Shaid al-Khatir, hlm. 55)
Bisa jadi pesan yang dianggap sederhana oleh sang ayah, namun menjadi istimewa bagi sang anak.
Allahu a’lam
Selasa, 23 September 2014
Via twitulama.com
Sabarnya para ulama:
(1) Abu Ubaid tekun 40 tahun menulis kitab “Gharibul Hadits”.
(2) Ibnu Abdil Barr, tekun 30 tahun menulis “at Tamhid”.
(3) Ibnu Hajar, tekun 23 tahun menulis “Fathul Bari” dan
4) kakekku 40 tahun menulis “Hasyiyah Ar Raudh”.
(1) Abu Ubaid tekun 40 tahun menulis kitab “Gharibul Hadits”.
(2) Ibnu Abdil Barr, tekun 30 tahun menulis “at Tamhid”.
(3) Ibnu Hajar, tekun 23 tahun menulis “Fathul Bari” dan
4) kakekku 40 tahun menulis “Hasyiyah Ar Raudh”.
@dr_alqassem - Syaikh Abdul Malik bin Abdurrahman Al-Qasim, salah seorang murid dari Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh at-Tamimi - 14/6/2014
Jumat, 05 September 2014
via twitulama.com
"Siapa yang menjaga (hak) Allah di masa muda dan kuat, Allah akan menjaganya di waktu tua dan lemah" (Ibnu Rajab).
@DrAlsoger Dr. Sami bin Muhammad as Shaqir, Imam Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin, Dosen Fikih Universitas Qashim KSA 12/8/2014
@DrAlsoger Dr. Sami bin Muhammad as Shaqir, Imam Masjid Jami’ Ibnu Utsaimin, Dosen Fikih Universitas Qashim KSA 12/8/2014
Langganan:
Postingan (Atom)






