Senin, 10 Februari 2014

Jika Engkau Kalah Gadget dengan Rekanmu ...

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.” (Hasan Al Bashri)

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. Al Ma’idah: 48)


vis status: Muhammad Abduh Tuasikal

Kamis, 06 Februari 2014

Indahnya Tersembunyi

Rasulullah shalalahu alaihi wasallam bersabda:
إن اله يحب العبد التقي الغني الخفي (رواه مسلم)
"Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, kaya hati, dan tersembunyi." (HR Muslim)

ia tak dikenal..
ia tak mempunyai pangkat..
namun ia bertaqwa..
hatinya dipenuhi qona'ah..
ia tak mau menampakkan kelebihannya..
karena hatinya hanya berharap ridlaNya..
ia yakin.. dikenal oleh Allah lebih baik dari pada dikenal oleh manusia ..

By: Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc.


via status: Muslim.Or.Id

Minggu, 22 Desember 2013

Jaga Shalat, Semahal Apapun Harga Pangan, Allah Menjamin Rizkimu

Jaga Shalat, Semahal Apapun Harga Pangan, Allah Menjamin Rizkimu

Allah berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
“Perintahkahlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam menjaga shalat. Aku tidak meminta rizki darimu, Aku yang akan memberikan rizki kepadamu. Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha: 132)
Di masa silam, terjadi kenaikan harga pangan sangat tinggi. Merekapun mengadukan kondisi ini kepada salah seorang ulama di masa itu. Kita lihat, bagaimana komentar beliau,
والله لا أبالي ولو أصبحت حبة الشعير بدينار! عليَّ أن أعبده كما أمرني، وعليه أن يرزقني كما وعدني
“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini, sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.”

sumber: (http://nasehat.net/jaga-shalat-jaminan-rizki/)

Jumat, 20 Desember 2013

buah tawakal

# Buah Tawakkal #

Siapa yang menggantungkan diri pada Allah semata, Allah ‘kan selamatkan dia dari keburukan musuh-musuhnya.

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّـهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ ﴿٤٤﴾ فَوَقَاهُ اللَّـهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا ۖ وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ ﴿٤٥﴾
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” (QS Al Mukmin: 44-45)

@Dr_Alshathry - Dr. Sa’ad Asy Syitsriy, Doktor dalam bidang Ushul Fiqh, pernah menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Senior di Saudi Arabia), kini menjabat dosen di King Saud University (KSU), Riyadh 104
http://twitulama.com/post/25550332227/siapa-yang-menggantungkan-diri-pada-allah-semata

Selasa, 17 Desember 2013

perbaiki niat, lanjutkan thalabul ilmi


*Sudah ngaji, tapi masih sulit menghindari maksiat.
-> Perbaiki niat, lanjutkan thalabul ilmi

* Berusaha mengikuti majelis-majelis ilmu, jadi banyak tahu hukum suatu perkara yang dilarang syariat, tapi susah meninggalkan maksiat.
-> Perbaiki niat, lanjutkan thalabul ilmi

*Sudah sering ngaji, tetap sering maksiat. Mengetahui banyak batasan syariat, dan kewajiban-kewajiban syariat. Khawatir, tergolong orang yang sibuk mencari ilmu, nihil dalam amal.
-> Perbaiki niat, lanjutkan thalabul ilmi

* Subhat: Sudah sering dan semangat ngaji, masih juga susah menghindar dari maksiat. Bisa-bisa ilmu itu jadi hujjah atasnya karena tidak diamalkan, Makanya berhenti/kurangi saja menuntut illmu, supaya tidak banyak hujjah Allah atasnya di hari kiamat.
-> Perbaiki niat, lanjutkan thalabul ilmi.

=================================

"Seseorang yang jatuh-bangun dalam kemaksiatan, selama ia terus sibuk menuntut ilmu, ia tetap berusaha di atas kebaikan, karena menuntut ilmu di antara sebab utama keistiqomahan seseorang...

...Pentingnya memperbaiki niat atas seluruh amalan, ikhlas hanya karena Allah. Nabi Yusuf -alaihissalam-, beliau dipalingkan dari kejelekan dan kekejian, karena ikhlas kepada Allah.

'Dan demikian Kami palingkan ia (Yusuf) dari kejelekan dan fahisyah, sesungguhnya ia tergolong hamba Kami yang ikhlas." (Q.S. Yusuf)

~Nasihat Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah secara makna, dalam kajian 'Istiqomah dan Hikmah dalam Dakwah, Jogja, 16 April 2012

Kamis, 05 Desember 2013

Hidup Kita Terbatas...

# Hidup Kita Terbatas, Atur Prioritas #

Waktu tak kan cukup untuk mewujudkan semua keinginanmu, maka segeralah berusaha untuk melakukan hal yang paling penting.

Nashir al Qathami | Twit Ulama

(Nahimunkar.com)